at the time

Suatu hari, kau marah, kau ingin teriak, kau cemas, kau merasa gagal dan sendirian. Kau ingin bicara namun kata-kata tak keluar.

Kemudian, kau tidak peduli.

Kau memilih tidak peduli.

Pada segalanya.

Tidak peduli pada kemarahanmu, pada kecemasanmu, pada segala hal yang mengganggumu. Kemudian kau tidak terganggu dengan suara musik yang terlalu keras, atau kabel yang dibiarkan berantakan. Kau tidak mengumpat kemacetan, tidak mengomeli orang-orang yang naik motor sembarangan, kau tidak mencemaskan dirimu atau masa depan, kau tidak marah sampai seperti ingin membunuh orang, kau tidak ingin menangis, kau tidak sedih, tidak lapar, tidak haus.

Kau tidak memakai kacamata tebalmu, dan tidak terganggu dengan lampu-lampu jalanan yang seolah pecah di matamu, tidak kesal dengan rem yang berdecit-decit, tidak ingin tidur, tidak ingin bangun, tidak ingin berdiri, tidak ingin berlari, tidak ingin menari, tidak ingin sembunyi. Sekedar menolehkan kepala pun kau tak ingin.

Hei, apakah kau sedang melamun?

Tidak.

Kau tidak sedang mengingat apa-apa, tidak merenungi apa-apa, tidak mengenang siapa-siapa.

Oh, mungkin kau sedang putus asa..!

Bukan, bukan.

Kau tidak menyimpan harapan, kau tidak takut pada masa depan, kau tidak ingin ditenangkan, kau tidak perlu nasehat, kau tidak pilu, tidak rindu, kau tidak patah hati, kau tidak jatuh cinta, kau tidak ingin bunuh diri, sekaligus tidak takut mati.

Jadi, apakah kau bermimpi?

Tidak.

Kau tidak tidur, tidak mengantuk, tidak mengigau.

Kau tidak sakit, tidak luka, tidak benci, tidak dendam, tidak bahagia, tidak senang, tidak ceria, tidak tertawa, tidak terkejut, tidak bimbang, tidak ragu-ragu.

Dan kau bukan mabuk, bukan kosong, bukan hampa.

Kau hanya tidak butuh apa apa.

 

Image

Solitary Woman, Arturo Mallmann (lovettsgallery.com)

Leave a Reply