Balon

Semalam aku tu mimpi.

Apa?

Ada isu dari oposisi.
Nanti siang bakalan ada jutaan balon di udara.
Kabarnya itu bentuk protes oposisi ke pemerintah.
Aku seneng tuh, mbayangin ribuan balon warna warni

Kok kaya cerpen.
Kabar dari oposisi segala.

Mana aku tahu.
Namanya juga mimpi.

Terus balonnya bagaimana?

Ya terus tahu-tahu pas siang satu-satu muncul di langit.
Tapi balonnya bukan balon gas helium warna warni.
Balon lebaran itu lho.

Balon lebaran?

Iya.
Yang dari plastik hitam gede dikasih api terus berasap gitu pas udah di langit?
Kamu tahu nggak?
Suka dibikin di kampung nenekku.

Ohh..
Iya, iya.
Aku ingat.
Sudah lama nggak peduli ada apa di langit.
Kok balonnya begitu?

Iya aneh.
Lama-lama balonnya jadi banyaaakkkkkkk banget.
Sampai langitnya penuh.
Sampai menghalangi sinar matahari.

Wah!

Lama-lama aku jadi takut
“Kok gini sih?”

Terus?

Aku lihatnya berdesak-desakan sama orang banyak.
Sampai jinjit-jinjit.

Kok gitu?

Iya.
Rebutan lihat dari ventilasi kecil.
Di akhir-akhir aku baru sadar

Sadar apa?

Kalau aku ada di dalam penjara.

 

 

 

 

Kau mau kupeluk?

Iya, tolong.

 

 

Jakarta, pada suatu bulan di 2012.

Image

(pic fr http://psychiatrique.deviantart.com)

Leave a Reply