Bonnie and Clyde (v)

Hei, kau ingat? Suatu malam yang tenang aku duduk di sampingmu yang tidur rapat berselimut. Ada Bonnie and Clyde di televisi. Aku tidak bisa tidur. Tepatnya aku merasa sayang untuk tidur. Kau tahu kan, semacam yang pernah aku bilang dulu, kadang kita takut tertidur, kuatir nanti tahu-tahu sudah pagi dan segalanya kembali pecah didamprat matahari.

Kau terbangun persis saat Bonnie & Clyde kena tembak polisi yang sembunyi di semak-semak. Melihatmu bangun, aku spontan bilang, “Ternyata sebelum mati Bonnie and Clyde makan sebuah pir berdua di mobil!” Kau cuma terbengong-bengong waktu itu. Matamu mengantuk dan mukamu terlihat lucu.

“Ini jam berapa?”, tanyamu. Kujawab dengan ciuman. Biar saja waktu jadi kebingungan.

Nah, kau diam. Kau tidak ingat semua itu ya? Ya pantas saja. Kau sayang sekali pada pikiranmu, aku tahu. Mana mau mengingat hal-hal tidak penting macam itu. Tidak apa, cukup satu kepala saja yang direpotkan ingatan-ingatan remeh temeh begitu, dunia selalu butuh kepala dingin seperti milikmu.

Oh ya, kau sibuk apa sekarang? Kemarin aku bertemu Bonnie and Clyde lagi. Kali ini mereka mau menguasai New Greenwich*. Orang terkaya di sana adalah mereka yang paling banyak punya waktu. Mata uang mereka waktu. Mereka membeli makan pakai waktu, membayar tol pakai waktu, menginap di hotel pakai waktu, membayar bir pakai waktu, membeli mobil pakai waktu, membeli pistol pakai waktu.

Iya, Bonnie and Clyde sekarang merampok waktu. Pintar ya? Terakhir mereka merampok satu juta tahun di bank waktu. Seperti biasa mereka membagi-bagikan waktu kepada orang-orang jelata dan cuma menyisakan satu hari, 24 jam saja buat mereka sendiri.

Di negeri Bonnie and Clyde, siapa saja yang merasa waktunya tidak lagi berguna bisa memberikannya kepada orang lain. Bahkan saat melihat orang lain kehabisan waktu mereka juga bisa membagi waktunya. Bayangkan, kau bisa memperpanjang waktu hidup orang lain dengan mengurangkan waktumu sendiri. Bagaimana kira-kira perasaanmu saat kau bisa membagi waktumu sama rata dengan orang yang kau cintai? Kalian bisa memastikan sedang saling menggenggam tangan atau berpelukan saat waktu kalian habis bersamaan. Tidak ada yang perlu menderita karena ditinggalkan.

Ngomong-ngomong kau pasti suka ini, di sana bunuh diri tidak sakit. Tinggal memberikan sisa waktu yang kita punya pada orang lain, hitung mundur sampai nol. Lalu DEG! detak jantung terakhir. Tersentak sedikit. Dan selesai.

Tidak, tidak, aku tidak mengajakmu bunuh diri. Itu basi sekali. Kita akan mati kok dengan sendirinya. Aku cuma tiba-tiba ingat Bonnie and Clyde, bukan dengan takjub dan sedikit mabuk seperti kemarin itu, bukan. Mereka cuma dongeng, dongeng yang kita bikin buat menghibur keputusasaan kita. Betul bukan?

Kau, seperti biasa, selalu sadar terlebih dulu. Sebagaimana sebelumnya, saat kau memilih mempersetankan semua yang berjalan ke depan dan memutuskan berhenti di titik yang gamang. Mungkin benang yang kita pegang terlampau tajam, sedang hati dan benak begini rawan. Ini kali kau ingin membebaskan telapak tangan, aku mana boleh menahanmu. Kaki seorang pejalan barangkali memang tidak baik terlalu lama ditahan di satu tempat, sayang.

Iya, kau teruslah berjalan. Aku mungkin masih akan di sini sedikit lebih lama, meringkuk di kolong yang gelap, bersama buku dongeng rahasia dan lampu senter yang tidak terlalu terang. Di luar terlalu silau dan aku terlampau sering silap. Aku mungkin akan baik saja, sedang kau akan berhati-hati dan selamat, seperti biasa.

Oh ya, aku mengunci Bonnie and Clyde di kepala. Kalau suatu saat kau ingin bertemu mereka, ketuk saja. Kau bisa menonton mereka merampok sesuatu lagi. Roti, barangkali. Atau kwaci. Oh, atau angin. Atau pagi. Atau sinar matahari. Atau mimpi..

 

 

Image

 

 

*New Greenwich dari film In Time.

(pic fr: http://oooindreooo.deviantart.com/)

Leave a Reply