yang tak beranjak.

pernah kutawarkan permen warna warni, kubilang itu cinta, kau menggeleng lalu pergi mengejar gelembung gelembung sabun di bawah matahari bulan mei.

suatu hari minggu kau sodorkan gula-gula kapas merah jambu, kau bilang itu cinta, aku melirik hatiku di sudut meja, terbungkus alumunium foil dekat oven tua.

sesudah saling memalingkan badan di sebuah kereta, baru kita tahu bahwa kunang-kunang itu sesungguhnya tidak ada, cuma legenda di buku pelajaran bahasa indonesia.

aku menghibur diri dengan bermain boneka, kau menghitung mobil di jalan raya.

di sanalah kita, kanak kanak abadi yang kecewa.

Image

Leave a Reply