Kado Pernikahan

Aku ada di rumahku waktu SD dulu. Seorang mantan teman sekelas di sekolah namanya Wulan, mengirim undangan pernikahan. Di undangan acaranya hari minggu.

Minggu jam 10 aku datang ke rumahnya. Rumahnya masih persis sama dengan dulu waktu kami masih kecil. Di sana sudah ramai. Tapi semua orang berbaju hitam. Aku mencari temanku. Dia duduk dan menangis, juga berbaju hitam.

“Kenapa pernikahan ini seperti pemakaman?”, pikirku.

Aku hampiri temanku, aku memegang bahunya dan baru mau bertanya ada apa, ketika seseorang, tidak tahu siapa, bersuara “Calon suaminya meninggal.”

Suara lain menimpali,
“Dibunuh.”
“Kepalanya belum ketemu.”
“Kasihan, seharusnya mereka menikah hari ini.”

Aku diam dan bingung. Tiba-tiba aku ingat aku membawa kado. Aku berikan kepada temanku. Dia langsung membukanya. Semua terkejut. Aku paling terkejut.

Kadoku berisi kepala calon suaminya.

Suara-suara pekikan. Aku pingsan.

 

Kertanegara VI, Semarang. 2008

 

Leave a Reply