Kasunyatan yang Disergap Suara.

 

Bus saya tengah membuntut pada sebuah truk tentara yang lampu sirine merahnya menyala, berusaha mencuri sela di rapat jalan tol dalam kota. Truk penuh tentara dengan baret merah di kepala. Mereka tidak saling bicara. Di antara kami adalah kaca depan bus yang dipenuhi titik-titik air dari gerimis yang turun lalu berhenti tiba-tiba. Nocturne in E flat major-nya Chopin dalam volume maksimal di telinga.

Kasunyatan sedang disergap suara.

Semua merayap begitu seadanya, seperti adegan lambat sebuah film drama yang menyayat. Seperti barisan rapat ingatan yang selalu gagal bersijingkat. Seperti kabar yang tak pernah sampai pada orang yang tepat, lekat terlipat dalam surat salah alamat. Seperti cinta yang hangat namun melarat. Seperti nasib yang luput dari doa-doa meminta selamat.

 

 

Image

 

(pic fr: http://rahmawatipuspa.deviantart.com)

 

 

 

Leave a Reply