Page 1

Bar Bisu -sebuah bagian dari cerita yang (direncanakan) lebih panjang-

Kami tertarik untuk mendatangi sebuah bar di tepi laut, nama barnya: Bisu. Sesuai namanya, di bar itu kau tidak akan bisa mendengar suara orang bicara. Bukan berarti mereka benar-benar bisu, tetapi memang yang datang kesana adalah mereka yang lelah mendengar manusia bicara. Mereka ingin mengistirahatkan telinga dari omong kosong dan suara-suara yang kebanyakan tidak berguna. Kau tak harus menguasai bahasa isyarat untuk bisa masuk Bar Bisu, –tentu saja menguasai bahasa isyarat akan sangat membantu–, namun kau bisa menggunakan bahasa tubuh paling sederhana yang pernah dikenal manusia. Membentuk gelas dengan menggulung telapak tanganmu ke dalam menyerupai kepalan yang tak penuh lalu mendekatkannya ke mulut untuk memesan minum, mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah bersamaan untuk memesan dua gelas minum atau dua porsi makanan yang sama, atau menangkupkan kedua telapak tangan, menaruhnya di depan dada lalu menundukkan kepala dengan sedikit membungkukkan badan sambil tersenyum untuk menyampaikan terima kasih. Kau juga bisa membentuk lingkaran menggunakan ibu jari dan telunjukmu sebagai ganti kata “ok”. Hal-hal seperti itu.

Selengkapnya »

Pepes Kemuliaan yang Dibungkus Daun Pisang. -sebuah bagian dari cerita yang (direncanakan) lebih panjang-

Barangkali inilah satu masa dalam hidup di mana aku paling banyak menghabiskan waktu tanpa kemana-mana, tinggal di rumah seperti beruang pemalas bersama satu manusia lain hasil reinkarnasi hewan laut berangka kalsium karbonat penyusun terumbu karang, Koral. Koral selalu sibuk membaca dan aku sibuk tak melakukan apa-apa. Di sore hari Koral akan menceritakan soal buruknya atau mengejutkannya atau betapa anjing –saking bagusnya– buku yang baru selesai ia baca, sementara aku sibuk memasukkan kue-kue ke dalam mulutku.

Selengkapnya »

Layang untuk Anak Lanang (3)

“Lihat, aku sudah bisa pakai sepatu sendiri!”
“Wah, iya. Berarti besok dibelikan sepatu yang bertali ya.”
“Kok beli sepatu lagi, kan aku sudah punya sepatu.”
“Iya, tapi sepatu yang bertali kan belum punya, biar kamu belajar ngikat tali sepatu sendiri juga.”
“Oke. Tapi aku panggil Kapten Amerika dulu ya!”
“Buat apa panggil Kapten Amerika segala?”
“Buat bantu aku ngikat tali sepatu lah…”

Selengkapnya »